IHSG Sesi I Menguat, Investor Asing Koleksi BBCA, BBNI dan KLBF

Senin, 08 Nov 2021, 14:18:53 WIB, 272 View
Kategori : Ekonomi


Pada penutupan sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada Senin (8/11/2021). Demikian juga dengan mata uang Indonesia di pasar spot yang menguat.

Melansir RTI, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berada pada level 6.627,57 atau naik 45,79 poin (0,7 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.581,78.

Sementara itu, terdapat 269 saham yang hijau, 224 saham merah dan 174 saham lainya stagnan. Jumlah transaksi siang ini mencapai Rp 6,3 triliun dengan volume 11,7 miliar saham.

Hingga tengah hari ini, Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan aksi beli bersih tertinggi sebesar Rp 186 miliar. Saham BBCA menguat 1,6 persen di level Rp 7.575 per saham. Adapun volume perdagangan BBCA mencapai 45,9 juta saham dengan total transaksi Rp 345,6 miliar.

Net buy asing tertinggi juga dicatatkan oleh Kalbe Farma (KLBF) sebesar Rp 46,9 miliar. KLBF selama sesi I perdagangn melemah 0,3 persen ke level Rp 1.625 per saham. KLBF mecatatkan total transaksi Rp 63,5 miliar dengan volume 39,2 juta saham.

Bank Negara Indonesia (BBNI) juga catatkan net buy tertinggi setelah BBCA dan KLBF, senilai Rp 18,9 miliar. BBNI naik 2,16 persen di level Rp 7.100 per saham. Adapun volume perdagangan BBNI sebesar 12,1 juta saham dengan total transaksi Rp 83,5 miliar.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan aksi jual bersih tertinggi pada sesi I masing-masing sebesar Rp 31,6 miliar dan Rp 29,1 miliar. BBRI selama sesi I, menguat 0,24 persen di level Rp 4.250 per saham, dan BMRI turun 0,7 persen di level Rp 7.050 per saham.

Gainers sesi I perdagangan yaitu Bank Bumi Arta (BNBA) yang melesat 24,5 persen di level 2.590 per saham. Bank Neo Commerce (BBYB) meroket 8,9 persen di level Rp 1.585 per saham, dan Bank Jago (ARTO) juga menanjak 5,9 persen di level Rp 16.075 per saham.

Sementara losers pada sesi I yaitu Transcoal Pacific (TCPI) yang ambles 5,5 persen di level Rp 8.125 per saham, Semen Indonesia (SMGR) juga teperosok 2,5 persen di level Rp 9.650 per saham, dan Sarana Menara Nusantara (TOWR) di level Rp 1.185 per saham atau melemah 1,25 persen.

Sedangkan bursa Asia sepanjang sesi pertama mixed dengan kenaikan Shanghai Komposit 0,37 persen, dan Strait Times 0,46 persen, Nikkei melemah 0,24 persen, dan Hang Seng Hong Kong turun 0,36 persen. Adapun berdasarkan Bloomberg, rupiah bergerak menguat. Pukul 12.03 WIB mata uang garuda berada di level Rp 14.280 per dollar AS atau naik 52 poin (0,36 persen) dibanding sebelumnya Rp 14.330 per dollar AS.

 

Source : https://money.kompas.com
 

 


PT BPR Nusamba Brondong
DI DUKUNG OLEH