Selama Pandemi Peredaran Uang Palsu Turun, Jadi Berapa?

Rabu, 14 Apr 2021, 12:50:26 WIB, 139 View
Kategori : Ekonomi


Bank Indonesia (BI) mencatat dalam periode 2020 atau selama pandemi COVID-19 serta dengan pesatnya penggunaan digital untuk pembayaran, peredaran uang rupiah palsu tercatat mengalami penurunan.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengungkapkan peredaran uang palsu turun 5% periode 2020 ini. "Ada penurunan uang palsu yang ditemukan BI, jika dibandingkan periode 2019 uang palsu turun 5% dengan rasio 5 lembar dari 1 juta lembar uang rupiah asli," kata dia dalam Taklimat Media, Rabu (14/4/2021).

Marlison menyebutkan pada periode 2019 rasio uang palsu masih sekitar 9 lembar dari 1 juta lembar uang rupiah asli yang diedarkan.

Kemudian untuk kuartal I tahun ini uang palsu hanya 2 lembar dari 1 juta uang yang diedarkan. "Adanya COVID-19 ini berdampak terhadap penurunan uang palsu yang beredar di masyarakat," jelas dia.

Kemudian untuk mencegah maraknya uang palsu selama lebaran ini, BI berupaya melakukan kegiatan preventif untuk pencegahan.

BI berupaya meningkatkan kualitas bahan dan unsur pengaman uang rupiah. Kemudian meningkatkan edukasi dan sosialissi kepada masyarakat untuk menjaga rupiah, cinta dan memahami rupiah.

Cinta rupiah maksudnya adalah mengajak masyarakat untuk merawat dan menjaga rupiah. Kemudian selalu menggunakan 3D dilihat, diraba diterawang untuk memeriksa keaslian rupiah.

"Masyarakat juga harus memiliki kebanggaan kepada rupiah sebagai simbol dan identitas negara. Tapi memang ada masyarakat yang menurunkan wibawa rupiah itu sendiri. Seperti membuat konten TikTok dan gambar pahlawan itu menurunkan wibawa rupiah kita," kata dia.

 

Source : https://finance.detik.com


PT BPR Nusamba Brondong
DI DUKUNG OLEH